
- Opera House
(Kalo ke Sidney engga foto Opera House katanya belum resmi haha!)
Sekitar satu tahun yang lalu aku ada pekerjaan di benua sebrang yaitu Australia lebih tepatnya di Sidney dan menginap di tempat adik ku yang tinggal disana, lumayan duit hotelnya bisa buat beli oleh-oleh. Hari kedua pekerjaan ku selesai lebih cepat dari waktu yang diperkirakan, lalu aku sempatkan jalan-jalan tapi engga terlalu jauh dari tempat tinggal adik ku karena selain aku hanya pergi sendiri karena adik ku masih belum pulang dari pekerjaannya aku juga engga tau jalan “di Jakarta aja sering nyasar apalagi di negri orang” kata hati kecilku menyindir diriku sendiri.
Tapi disini aku engga mau bercerita kegiatan jalan-jalan singkatku di Sidney “basi juga kalo di ceritain boy” kata hati ku nyela.. hehehe! aku pun jadi mesem-mesem sendiri. Aku mau cerita yang menyambung dengan pembicaraan ku dengan teman-teman dekat ku beberapa waktu yang lalu. Sebenarnya bukan sekedar pembicaraan sih lebih tepatnya bergosip atau bergunjing. Dan saat pergosipan itu berlangsung entah sadar atau tidak sadar teman-temanku itu sudah batal puasanya karena gosipin orang, mungkin terlalu seru mereka mengindahkan tentang perkataan “Jaga hati dan jaga lidah saat puasa” aku tertawa kecil dalam hati “Siapa juga yang bisa tahan engga gossip”
Nah saat itu kita lagi bergosip tentang seorang yang kita kenal tuh punya tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari 8 oktaf loh koq?!?! Sebut saja dia “K” (ini bukan inisial loh, huruf ini tersembul aja di otak ku jadi jangan ge’er yaa) Si K ini tidak bisa dikategorikan cantik malah mukanya kampungan banget kaya pembantunya tetangga ku “wess sok cantik banget kamu” suara pedas keluar dari hati kecil ku. Aku jadi tersenyum sendiri, aku juga engga cantik sih tapi taulah mana yang cantik mana yang kaya embant (pembantu) “buktinya mana?” kata otak ku Ya buktinya tiap cowo selalu nanya ke aku “eh yang itu cantik ngga” berarti kriteria cantik ku diakui orang banyak kan.
Nah balik ke K, si K ini selalu berdandan terlalu berlebihan terlalu over lah. Taste fashionnya duh jangan tanya deh, kalo kata seorang teman “Tasteless” lah. Tapi si K ini selalu menyebut dirinya itu “CANTIK” dan setiap orang lain seringnya aku sih yang mengingatkan akan seleranya ehm yang satu selera dengan “embant” dia itu malah marah-marah dan bilang dia itu “CANTIK” dan kita semua yang mengingatkan dibilang sirik. Hadooh! Sirik?!? Yampun amit-amit jabang bayi deh. Nah entah mengapa si K ini mendapatkan jodoh yang sedikit buta semuanya Hahahaha.. aku tertawa terbahak-bahak! Pacarnya ini selalu menyanjung si K bahkan terlalu malah, pernah si K ini memakai makeup kaya mau ngelenong dan si Pacarnya tuh bilang si K ini perempuan paling cantik di dunia. Aku yang disitu siap dengan ratusan jutaan hinaan buat mereka “Ihh kamu sirik deh, suka-suka dia dong bilang pacarnya cantik, orang pacarnya sendiri ini” suara tersembul dari hati kecilku, sirik?!? Yampun engga deh! “Nah itu kenapa menghina? Cantik itu relatif cin” suara hati ku nyeletuk.
Hmm.. bener juga sih “cantik” itu relatif dan subjektif banget, tapi masa sih engga ada standar untuk menilai secara objektif? Terus gimana dong nilai lomba kecantikan klo engga ada standar objektifnya? “Yaa standar jurinya lah makanya subjektif banget kan? Relatif!” kata otak ku ikut-ikutan nimbrung. Jadi bener-bener relatif yaa., hmm.. aku jadi ingat perjalanan singkat ku di Sidney tersebut.

Darling Harbor tempat nongkrong anak gaulnya Sidney hahaha!
Waktu itu aku sedang duduk di sebuah pelabuhan. Jangan kira pelabuhannya kaya di Tanjung Priok ya kalo di Tanjung Priok jangan harap deh bisa nongkrong disana dengan nyaman, aman dan selamat “Siapa juga yang mau nongkrong di Tanjung Priok bu!” Aku duduk sendirian dengan autis sambil menikmati soy dog dan hot chocolate di Darling Harbor, ini katanya tempat anak gaul Sidney nongkrong atau sekedar tempat meeting point. Nah tiba-tiba terdengar bunyi siulan dan sedikit kegaduhan. Ternyata itu disebabkan ada seorang perempuan (entah apa warga negaranya) berkulit coklat kusem, kurus kering, rambutnya item kemerah-merahan kusem, mukanya ya sebelas dua belas sama “embant”, memakai tank top kuning dengan bolero pink neon lengan pendek ketat seketatnya lalu bawahannya mini skirt jeans semini-mininya dan di kakinya yang banyak bekas lukanya dia memakai wedges dengan motif bunga-bunga, oia dan satu sunglass warna hitam dengan frame besar yang sering melorot karena hidungnya pesek sepeseknya hehe! Aku geleng-geleng kepala, liat si perempuan itu berjalan seakan-akan dia itu Paris Hilton hehe!

Darling Harbor dari sisi kiri eh kanan eh engga tau deh hehe!
Tapi tau ngga semua cowo-cowo bule disitu meneriaki si perempuan itu dengan “Hey pretty” “Wow beautiful come here please” “hey sweety can I have your number” dan si perempuan itu jalannya tambah menjadi-jadi sok cantiknya. Aku geleng-geleng kepala lagi bukan karena sikap sok cantiknya, tapi karena pakaiannya. Wess tau nggak disitu waktu itu lagi musim winter dengan suhu waktu itu enam derajat celcius! Aku aja pakai baju 2 lapis, berlindung di dalam long coat abu-abu ku, pakai boots plus kaos kaki didalamnya, celana jeans panjang dan syal hitam yang melibat di leherku, maklum orang Jakarta hehe! tapi koq bisa dia pake baju kaya gitu udah gitu norak banget lagi, apa kulitnya kusemnya itu setebel badak ya? Apa yang sebenernya aku itu yang berpakaian terlalu berlebihan, jangan-jangan aku yang norak yaa? Hahaha!

Naik Kapal dari Circular Quay biar bisa foto tempat keren
Lalu beberapa menit kemudian, ada seorang cewe bule cantik banget! tapi hey no one bersiul-siul atau godain si cewe bule ini, kalah sama perempuan tadi. Duh duh duh kenapa ya cowo-cowo itu? “Nah kan cantik itu relatif!” suara hati ku tersembul. Yaya.. cantik itu relatif. Balik ke si K, mungkin menurut standar dirinya sendiri dia itu paling cantik sedunia dan menurut pacarnya dia itu perempuan paling indah didunia ini “wajahmu mengalihkan dunia ku sayang” hahaha!. Seperti cowo-cowo di Darling harbor itu yang menurut mereka si perempuan tank top kuning itu cantik banget! Yah namanya juga selera, kita engga boleh menghina. Eh sebenernya aku engga menghina loh, cuman karena sifat mereka aja sih sebenernya mulutku jadi tidak bisa diam untuk menyela. “Yakinnnn?? Cuman karena itu doang” kata hatiku menyindir. Hehehe! engga juga sih. Loh tapi kalo cantik itu relatif engga perlu kan si K itu mendeklamasikan dirinya cantik dan jadi sok cantik gitu. Dia juga harus menghargai pendapat orang-orang kalo dia itu jauh dari kata cantik! Hehehe! Kalo cantik itu sifatnya subjektif ya simpan aja buat sendiri engga boleh maksa bilang keorang-orang kalo dirinya itu cantik. Ya standar mu rendah klo standar ku tinggi. Engga salah koq mukanya kaya embant, embantnya temenku juga ada yang lumayan mukanya dibandingin majikannya hahaha! tapi yaa jangan sok cantik gitu lah diatas langit masih ada langit apalagi langitnya masih berlapis-lapis buat orang-orang kaya si “K”, Kalo cantik itu relatif yaa engga perlu ngotot untuk menjadi cantik untuk semua orang lah wong perspektifnya aja subjektif “Ahh sirik aja kamu, bilang aja kamu engga punya tingkat kepercayaan diri kaya dia” Otak ku ikut nyela
Engga koq, aku engga pernah sirik sama orang kayak si “K” itu yang jumlahnya banyak banget didunia ini. Jujur aku siriknya sama orang-orang yang dibilang “Cantik” oleh ratusan orang tapi tetap rendah hati dan bilang dirinya itu engga CANTIK! Koq bisa yaa orang kaya gitu tetep humble dengan semua sanjungan buat dirinya. “Ilmu padi cuy!” He’em! Makin cantik makin menunduk, tapi kalo menuduk terus engga ada yang bisa lihat dong klo dia cantik apa engga? Haha!

Perjalanan pulang senyum-senyum sendiri inget kejadian tadi
“Mirror, mirror on the wall who the prettiest girl in the world”
Mau jawabannya pake standarnya siapa dulu nih? Cantik itu relatif ibu tiri…