Feeds:
Posts
Comments

Hari ini aku ngerayain 4 tahun 4 bulan sama mata kermit. Dan udah 4 bulan juga aku engga ketemu sama dia, kangen rasanya “Jangan sok mellow gitu ahh, nggak pantes” celetuk kata hatiku Iya sih nggak pantes yaa hehe!

Aku mungkin baru bisa ketemu mata kermit sekitar akhir bulan Januari. Disegala kesibukanku yang super duper padat apalagi akhir taun gini, lagi banjir-banjirnya kerjaan Hufh! nasip long distance gini nih hehe! Tapi nggak apa-apalah.. Udah kebal juga XP

Walaupun berusaha sok tahan banting gini, pas dengerin lagunya Natalie Imbruglia yang diputer di salah satu channel TV luar yang judulnya I’m counting down the days.. Tanganku langsung pencet tombol call to Mata Kermit dan kangen-kangenan walaupun Via satelit telephone hehehe! Ini lirik lagunya.. yang LDR silahkan langsung kangen sama pacar yang engga LDR juga kangen sama pacarnya juga nggak apa-apa hehe! Salam MeTal.. Mellow Total hahaha!

You were right.
And I don’t want to be here if you’re gonna be there.
Was that supposed to happen?
I’ll hold tight.
I’ll remember to smile.
Though it has been a while.
And without you does it matter?

There’s no room.
No place to start.
When our souls are apart.

I want to travel through time.
See your surprise.
I’d hold you so tight.
I’m counting down the days tonight.
I just want to be a million miles away from here.
I’m counting down the days.

How’ve you been?
It’s just the usual here.
And days are feeling like years.
And every day’s without you.
Now I cry just a little too much when I think of your touch
And everything about you.

I feel cold.
I’m in the dark.
When our souls are apart.

I want to travel through time.
See your surprise.
I’d hold you so tight.
I’m counting down the days tonight.
I just want to be a million miles away from here.

I want to travel through time.
See your surprise.
I’d hold you so tight.
I’m counting down the days tonight.
I just want to be a million miles away from here.
I’m counting down the days.

I’m counting down the days.
I’m counting down the days.
I’m gonna be you surprise.
I’m gonna hold you so tight.

Yeah!

I want to travel through time.
See your surprise.
I’d hold you so tight.
I’m counting down the days tonight.
I just want to be a million miles away from here.

I want to travel through time.
See your surprise.
I’d hold you so tight.
I’m counting down the days tonight.
I just want to be a million miles away from here.
A million miles away from here.

 

Siang itu aku memutuskan naik Bus Way untuk pergi ke daerah Sarinah dari terminal Busway Blok M “Woy! Trans Jakarta woy!” ledek otak ku.. Iya iya Trans Jakarta, maklum kebiasaan jelek yang engga boleh jadi biasa sebenarnya hehe! Penuh sesak di dalam halte, orang-orang berdesak-desakan dan saling mendorong. Aku berusaha untuk berdiri stabil dan sedikit memberi ruang untuk Ibu yang di depanku yang membawa dua orang anak yang masih kecil. Sekitar 5 menit kemudian, datang sebuah bus Trans Jakarta, wuih semua orang langsung bringas dan saling mendorong. Dan alhasil aku yang sangat mengagumi budaya “ANTRI” tidak dapat masuk serta tersingkir dari kejamnya orang-orang yang engga mau sabar. Aku yang sangat emosional mengeluarkan umpatan kasar hehe!

Dengan sengsara aku tetap nyangkut di tengah antrian. Tidak bukan antrian tapi apa yaa hehehe! aku engga tau menyebutnya apa. Panas, keringat membanjiri baju ku, bau-bau engga jelas bikin kepalaku keliyengan dan dengan penuh umpatan aku menyesali keputusan ku naik busway “Sukurin, dibilangin naik taxi aja ngeyel” ledek otak ku, hehehe! aku tersenyum sendiri. Keputusanku naik busway jadi keputusanku yang tolol! selang dua menit berganti ada Bus Trans jakarta mendekati halte wah aku udah ancang-ancang no miss nice lady kali ini hehe! Dan penuh kedongkolan yang makin menjadi-jadi aku melihat si Bus Trans Jakarta itu cuman lewat mengejek aku yang sudah banjir keringat (bener-bener banjir keringat, rambutku sampai basah dan lepek-selepeknya), dengkul ku sudah sedikit goyang 7 menit berdiri di tengah-tengah penuh sesak orang dan panas yang sangat menyengat kulit ku.

Anak kecil didepan ku merengek ingin minum sama Ibunya, tetapi karena saking sesaknya si Ibu tidak bisa mengambil botol minum di tasnya. hal yang sama terjadi padaku juga, tenggorokan ku sudah tercekik kehausan tetapi tidak bisa mengambil botol air minum dalam tas ku. Lalu lima menit kemudian aku yang berusaha tegar supaya tidak pingsan hahaha! melihat Bus Trans Jakarta datang. “kalo ini cuman lewat aja, aku bersumpah engga bakal naik bus trans jakarta seumur hidupku” umpat ku dalam hati hehe! Ternyata Bus itu berhenti dan membukakan pintu, setelah memberi jalan duluan untuk Ibu yang membawa dua anaknya kemudian aku masuk kedalam. Dengan nafas terengah-enggah, baju dan rambut yang basah, mata mulai kunang-kunang, dan kepalanya yang lumayan pusing. Aku mengambil botol minuman di tas ku. Mulut yang sudah kering, ini benar-benar kering hingga ludah ku pun sudah habis hehe! Pegawai Trans Jakarta menegur ku karena aku minum! yampun ini pertamakalinya aku minum ditegur dalam Trans jakarta apalagi dalam keadaan sekarat seperti itu. Aku ngomel-ngomel sendiri “loh koq masih kuat ngomel?” celetuk otak ku, itu tenaga terakhir bu.. hehe! aku memasukan botol dan celinguk-celinguk engga ada tuh tulisan dilarang makan atau minum cuman dilarang ngerokok aja.

Masih dengan ngomel, aku memasukan permen dalam mulutku. Ingin rasanya aku buang itu bungkus permen sembarangan karena aku jengkel banget karena aku bener-bener butuh minum! Tapi sayang aku benci sekali buang sampah sembarangan jadi niat ku itu aku urungkan dan memasukan bungkusnya kedalam Tas. Sampai di Halte Sarinah, aku engga bisa keluar, jalan keluar dipenuhi orang yang ingin masuk. Karena aku benar-benar sudah sakit kepala dan benar-benar butuh MINUM! aku tabrak saja bapak-bapak didepan dan tak lupa kuumpat bapak itu hahaha! Di halte aku langsung menghabiskan sisa air dalam botol. wah kalau engga aku dijamin pingsan, emangnya pihak Trans Jakarta mau ngurusin aku yang pingsan? aku aja engga tau apa biaya segitu rupiah naik busway sudah termasuk asuransi atau belum?

Besoknya ya berarti hari ini hehe! aku langsung browsing tentang peraturan naik Trans Jakarta. Ternyata memang disitu ditulis tidak boleh makan dan minum dalam bus. Yampun aku engga pernah loh denger peraturan itu sebelumnya(disitu juga engga ditulis apa kosekuensinya bila melanggar, peraturan yang aneh! cuman ditulis hanya akan ditegur haha!), karena sebelumnya aku juga minum engga pernah ditegur dan engga pernah liat tulisan dilarang minum dan makan di bus trans jakarta. Entah itu tulisannya hilang atau entah apalah hehe! Okelah itu memang tertulis diperaturanya aku engga bakal minum lagi bila naik Trans Jakarta. Tetapi inget dong tulisanya sendiri “Mau menang sendiri, maunya dilayani bukan saling melayani agar semua senang dan bahagia” yang ditulis di website Trans Jakarta, pelayanan yang buruk tanpa adanya sosialiasi peraturan serta tata cara naik Trans Jakarta dan sikap tidak selarasnya tulisan yang saya copy dalam menanggapi keluhan yang membuat ku mengurungkan niat untuk mengirim keluhan yang bisa menjadi kritik dan saran agar Trans Jakarta lebih baik dimasa yang akan datang.

Waktu Kedatangan bus Trans Jakarta yang aduh deh, halte bus yang sangat merungsung bila jam padat, musti jalan jauh dulu kalo mau ke haltenya, keadaan halte yang panas sumpek (dulu perasaan katanya mau ada ACnya, bener ngga sih?) penjelasasn rute yang membingungkan (harus dipraktekin dulu baru bisa mengerti) itu semua masih bisa deh aku tolerin deh tapi penegakan aturan yang tidak sangat manusiawi dan engga kenal kompromi akan sebuah kondisi engga bisa aku tolerin, mau tegas sebaiknya berkaca dulu. Aku cinta jakarta dan sangat bangga bila jakarta mempunya alat transportasi umum yang keren. Tapi kalo begini duh duh jauh dari kata keren!

Aku biasa menjadi guide tour teman-teman entah luar kota atau luar negri yang datang yang ke Jakarta dan selalu merekomendasikan Trans Jakarta, dengan pengalaman kemarin aku tau sekarang harus bagaimana hahaha!

Sorry..

Say it, if you really mean it

Say it, if you really mean it

Memaafkan itu susah banget, tetapi jangan salah minta maaf itu juga susah loh.. Pasti kalian mengejek aku, masa sih minta maaf susah tinggal bilang minta maaf aja itu sih urusan mudah. Tapi coba deh kalian bertanya sama diri kalian sendiri saat kalian berbuat salah apa dengan mudahnya kalian berkata minta maaf kepada orang yang merasa kita sakiti atau kecewakan, pasti tidak jawabanya. Jangankan minta maaf, ngerasa salah aja engga hehehe! Sering kali perlu orang terdekat kita mengingatkan bahwa kita harus meminta maaf dan saat diingatkan pun kita belum yakin kalau salah itu terletak pada pihak kita, kita masih ngeyel kita yang benar.

Lalu saat kita mulai menyadari kesalahan kita “Walaupun dalam hati masih kekeh ngerasa engga salah” suara tersembul dari dalam diriku. Ya ya betul itu, nah pas kita mau mengucapkannya kata “minta maaf” terasa berat banget. Gengsi dong! Haha! Saat kita meminta maaf dan si orang tersebut tidak memaafkan, kita langsung marah-marah hahaha! Engga semua orang mau mencoba untuk meminta maaf keduakalinya atau beberapakali, apalagi orang yang merasa dia sebenernya engga salah-salah amat hehe!

Untuk yang benar-benar menyadari kesalahannya, berusaha banting tulang untuk meminta maaf, segala cara dilakukan mungkin hingga tidak mengindahkan harga dirinya. Tetapi hasilnya nihil, tidak dimaafkan. Nah susahkan minta maaf itu, harus menanggalkan semua ego tetapi seringnya itu engga dihargaiin “Ya mau gimana, namanya juga udah terlanjur sakit hati bu!” ledek suara hatiku. Iya sih tapi menurutku alasan itu engga sepenuhnya benar. Mungkin karena si peminta maaf ini sebenarnya tidak benar-benar dari lubuk hatinya meminta maaf hahaha! Jadi engga secara tulus dari hati yang terdalam saat meminta maaf “Tau dari mana kamu, kalau engga tulus?” Otaku ikutan nimbrung. Yaa taulah, orang yang engga bisa dimaafkan itu biasanya orang yang melakukan kesalahan terus kepada orang yang sama. Kenapa si orang itu selalu melakukan kesalahan yang sama? Karena orang itu engga benar-benar meminta maaf dan engga menyadari betapa hebatnya kekuatan ketulusan hati. Ehm! Aku jadi sedikit sakit tenggorokan nih hehe!

Percuma salaman untuk maaf-maafan kalo di dalam hati mencibir

Percuma salaman untuk maaf-maafan kalo di dalam hati mencibir

Bahkan meminta maaf itu sering cuman sekedar basa-basi biar masalah cepet selesai, walaupun sering kata minta maaf dan kata maaf itu engga pernah cukup karena ada kata dendam. Yaah namanya juga manusia lain dimulut lain lagi dihati. Banyak orang bilang “memafkan” adalah kalimat ampuh untuk mengobati sakit yang melukai hati, tapi apakah benar? Banyak orang mengucapkan kata maaf tapi yang terjadi si orang tersebut terus berusaha membalas rasa sakit hatinya sama orang yang pernah menyakitinya “Munafik!” jerit suara hatiku, yah memang salah satu sifat manusia begitukan padahal yang nyakitin udah cuek bebek lah kan udah dimaafin jadi kembali bersih lagi kan hehe!

Menurutku bila memang engga benar-benar tulus engga perlu minta maaf atau memberi maaf. “Itu sih maunya kamu” ledek suara hatiku yang bikin aku tersipu-sipu, ahh engga juga maksudku ngapain sih ngebooingin diri sendiri kalau sebenernya mulut berkata tapi hati engga mengamini hasilnya juga sama aja bolongkan tidak menyelesaikan masalah, tetapi hanya mengubur masalah yang malah bisa bikin subur si masalah hahaha!

Karena sebenarnya mulut kita tak perlu berucap, cukup hati kita yang berkata dengan caranya sendiri itu yang lebih penting. “Terus gimana orang itu bisa tau kalo kita minta maaf atau maafin dia” celetuk otak ku, yah kalau emang itu perlu yah ucapkanlah tetapi ucapan dimulut harus sejalan dengan apa yang dihati dan tidak ketinggalan yang diotak juga ya. Kalau engga, mending engga usah karena ujungnya juga bakal sama aja. Tapi kalo tetep ngeyel ya silahkan hehehe!

4 tahun 3 bulan

Tanggal 22 September kemarin aku merayakan 4tahun 3 bulan kebersamaan ku bersama suami ku tercinta, aku memanggilnya Mata Kermit atau Hunhun. Bukan untuk sekedar sok romantis tapi nama itu tersembul aja dari dalam hatiku tanpa embel-embel ingin dianggap apa sama orang. Lalu kemarin ada seorang teman bertanya, “Hah?! Kamu ngerayainya perbulan?” eh ini bukan pertanyaan yaa tapi lebih mengarah ke rasa kaget hehe! Dan aku tersenyum manis sambil mengangguk yah walupun senyum ku juga engga manis-manis amat sih haha!

Dari awal kita menjalin hubungan kita itu saling terbuka satu sama lain malah sangat terbuka dan terlalu blak-blakan. Serta menjadi kesepakatan bersama untuk merayakan hari jadi kami tiap bulannya. Walaupun pada awalnya aku sedikit kaget, tetapi aku senang “Dasar!” ledek suara hatiku hehehe!

Tetapi merayakan tiap bulan bukan berarti menjadi beban dan menjadi sesuatu hal yang musti dipersiapkan secara spesial dan berlebihan. Kita engga seperti itu, karena setiap detik yang kita jalanin berdua kita selalu berusaha yang terbaik dari yang kita bisa dan membuatnya sespesial yang kita bisa. Bila kita bisa bertemu yah bagus, teapi kalau engga bisa cukup berbincang lewat telepon dan mengucapkannya dengan penuh makna dibandingkan memaksa untuk bertemu tetapi hanya menjadikannya sesuatu keharusan biasa dan akhirnya menjadi sebuah beban.

Kita berdua engga mau menjalin hubungan dengan rasa beban, untuk apa? Hanya malah bikin cape aja. Kita berdua menjalaninnya dengan sangat sederhana tetapi hasilnya sangat Istimewa. Dan merayakan tiap bulannya bukan sekedar merayakan, kita menjadikan momen itu sebagai momen untuk bernostagia dan untuk terus mengingatkan kita yang kita jalanin sampai detik ini adalah perjuangan bersama jadi kita berdua engga boleh merasa sedikitpun lelah dan mencoba untuk merenggangkan pegangan tangan kita.

Hubungan yang kita jalanin itu cuman milik kita berdua, jadi kita engga peduli apa pendapat orang, kata orang, atau apa yang ada dipikiran mereka. Kita engga mau jadi pasangan “palsu”, apa yang kita tunjukan ke satu sama lain dan apa yang kita rasakan itu sesuatu yang murni bukan dibuat-buat.

You made me swear that our hearts will never die
No never, no never
‘Cause no one seems to believe that we can fly
Forget them, forget them
Oh..you told me

Oh we’ve got a long, long way to go
To get there
We’ll get there
But oh, if there’s one thing that we know
It’s that we will not grow old

Cantik itu relatif??

Opera House
Opera House

(Kalo ke Sidney engga foto Opera House katanya belum resmi haha!)

Sekitar satu tahun yang lalu aku ada pekerjaan di benua sebrang yaitu Australia lebih tepatnya di Sidney dan menginap di tempat adik ku yang tinggal disana, lumayan duit hotelnya bisa buat beli oleh-oleh. Hari kedua pekerjaan ku selesai lebih cepat dari waktu yang diperkirakan, lalu aku sempatkan jalan-jalan tapi engga terlalu jauh dari tempat tinggal adik ku karena selain aku hanya pergi sendiri karena adik ku masih belum pulang dari pekerjaannya aku juga engga tau jalan “di Jakarta aja sering nyasar apalagi di negri orang” kata hati kecilku menyindir diriku sendiri.

Tapi disini aku engga mau bercerita kegiatan jalan-jalan singkatku di Sidney “basi juga kalo di ceritain boy” kata hati ku nyela.. hehehe! aku pun jadi mesem-mesem sendiri. Aku mau cerita yang menyambung dengan pembicaraan ku dengan teman-teman dekat ku beberapa waktu yang lalu. Sebenarnya bukan sekedar pembicaraan sih lebih tepatnya bergosip atau bergunjing. Dan saat pergosipan itu berlangsung entah sadar atau tidak sadar teman-temanku itu sudah batal puasanya karena gosipin orang, mungkin terlalu seru mereka mengindahkan tentang perkataan “Jaga hati dan jaga lidah saat puasa” aku tertawa kecil dalam hati “Siapa juga yang bisa tahan engga gossip”

Nah saat itu kita lagi bergosip tentang seorang yang kita kenal tuh punya tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari 8 oktaf loh koq?!?! Sebut saja dia “K” (ini bukan inisial loh, huruf ini tersembul aja di otak ku jadi jangan ge’er yaa) Si K ini tidak bisa dikategorikan cantik malah mukanya kampungan banget kaya pembantunya tetangga ku “wess sok cantik banget kamu” suara pedas keluar dari hati kecil ku. Aku jadi tersenyum sendiri, aku juga engga cantik sih tapi taulah mana yang cantik mana yang kaya embant (pembantu) “buktinya mana?” kata otak ku Ya buktinya tiap cowo selalu nanya ke aku “eh yang itu cantik ngga” berarti kriteria cantik ku diakui orang banyak kan.

Nah balik ke K, si K ini selalu berdandan terlalu berlebihan terlalu over lah. Taste fashionnya duh jangan tanya deh, kalo kata seorang teman “Tasteless” lah. Tapi si K ini selalu menyebut dirinya itu “CANTIK” dan setiap orang lain seringnya aku sih yang mengingatkan akan seleranya ehm yang satu selera dengan “embant” dia itu malah marah-marah dan bilang dia itu “CANTIK” dan kita semua yang mengingatkan dibilang sirik. Hadooh! Sirik?!? Yampun amit-amit jabang bayi deh. Nah entah mengapa si K ini mendapatkan jodoh yang sedikit buta semuanya Hahahaha.. aku tertawa terbahak-bahak! Pacarnya ini selalu menyanjung si K bahkan terlalu malah, pernah si K ini memakai makeup kaya mau ngelenong dan si Pacarnya tuh bilang si K ini perempuan paling cantik di dunia. Aku yang disitu siap dengan ratusan jutaan hinaan buat mereka “Ihh kamu sirik deh, suka-suka dia dong bilang pacarnya cantik, orang pacarnya sendiri ini” suara tersembul dari hati kecilku, sirik?!? Yampun engga deh! “Nah itu kenapa menghina? Cantik itu relatif cin” suara hati ku nyeletuk.

Hmm.. bener juga sih “cantik” itu relatif dan subjektif banget, tapi masa sih engga ada standar untuk menilai secara objektif? Terus gimana dong nilai lomba kecantikan klo engga ada standar objektifnya? “Yaa standar jurinya lah makanya subjektif banget kan? Relatif!” kata otak ku ikut-ikutan nimbrung. Jadi bener-bener relatif yaa., hmm.. aku jadi ingat perjalanan singkat ku di Sidney tersebut.

Darling Harbor tempat nongkrong anak gaulnya Sidney hahaha!

Darling Harbor tempat nongkrong anak gaulnya Sidney hahaha!

Waktu itu aku sedang duduk di sebuah pelabuhan. Jangan kira pelabuhannya kaya di Tanjung Priok ya kalo di Tanjung Priok jangan harap deh bisa nongkrong disana dengan nyaman, aman dan selamat “Siapa juga yang mau nongkrong di Tanjung Priok bu!” Aku duduk sendirian dengan autis sambil menikmati soy dog dan hot chocolate di Darling Harbor, ini katanya tempat anak gaul Sidney nongkrong atau sekedar tempat meeting point. Nah tiba-tiba terdengar bunyi siulan dan sedikit kegaduhan. Ternyata itu disebabkan ada seorang perempuan (entah apa warga negaranya) berkulit coklat kusem, kurus kering, rambutnya item kemerah-merahan kusem, mukanya ya sebelas dua belas sama “embant”, memakai tank top kuning dengan bolero pink neon lengan pendek ketat seketatnya lalu bawahannya mini skirt jeans semini-mininya dan di kakinya yang banyak bekas lukanya dia memakai wedges dengan motif bunga-bunga, oia dan satu sunglass warna hitam dengan frame besar yang sering melorot karena hidungnya pesek sepeseknya hehe! Aku geleng-geleng kepala, liat si perempuan itu berjalan seakan-akan dia itu Paris Hilton hehe!

Darling Harbor dari sisi kiri eh kanan eh engga tau deh hehe!

Darling Harbor dari sisi kiri eh kanan eh engga tau deh hehe!

Tapi tau ngga semua cowo-cowo bule disitu meneriaki si perempuan itu dengan “Hey pretty” “Wow beautiful come here please” “hey sweety can I have your number” dan si perempuan itu jalannya tambah menjadi-jadi sok cantiknya. Aku geleng-geleng kepala lagi bukan karena sikap sok cantiknya, tapi karena pakaiannya. Wess tau nggak disitu waktu itu lagi musim winter dengan suhu waktu itu enam derajat celcius! Aku aja pakai baju 2 lapis, berlindung di dalam long coat abu-abu ku, pakai boots plus kaos kaki didalamnya, celana jeans panjang dan syal hitam yang melibat di leherku, maklum orang Jakarta hehe! tapi koq bisa dia pake baju kaya gitu udah gitu norak banget lagi, apa kulitnya kusemnya itu setebel badak ya? Apa yang sebenernya aku itu yang berpakaian terlalu berlebihan, jangan-jangan aku yang norak yaa? Hahaha!

Naik Kapal dari Circular Quay biar bisa foto tempat keren

Naik Kapal dari Circular Quay biar bisa foto tempat keren

Lalu beberapa menit kemudian, ada seorang cewe bule cantik banget! tapi hey no one bersiul-siul atau godain si cewe bule ini, kalah sama perempuan tadi. Duh duh duh kenapa ya cowo-cowo itu? “Nah kan cantik itu relatif!” suara hati ku tersembul. Yaya.. cantik itu relatif. Balik ke si K, mungkin menurut standar dirinya sendiri dia itu paling cantik sedunia dan menurut pacarnya dia itu perempuan paling indah didunia ini “wajahmu mengalihkan dunia ku sayang” hahaha!. Seperti cowo-cowo di Darling harbor itu yang menurut mereka si perempuan tank top kuning itu cantik banget! Yah namanya juga selera, kita engga boleh menghina. Eh sebenernya aku engga menghina loh, cuman karena sifat mereka aja sih sebenernya mulutku jadi tidak bisa diam untuk menyela. “Yakinnnn?? Cuman karena itu doang” kata hatiku menyindir. Hehehe! engga juga sih. Loh tapi kalo cantik itu relatif engga perlu kan si K itu mendeklamasikan dirinya cantik dan jadi sok cantik gitu. Dia juga harus menghargai pendapat orang-orang kalo dia itu jauh dari kata cantik! Hehehe! Kalo cantik itu sifatnya subjektif ya simpan aja buat sendiri engga boleh maksa bilang keorang-orang kalo dirinya itu cantik. Ya standar mu rendah klo standar ku tinggi. Engga salah koq mukanya kaya embant, embantnya temenku juga ada yang lumayan mukanya dibandingin majikannya hahaha! tapi yaa jangan sok cantik gitu lah diatas langit masih ada langit apalagi langitnya masih berlapis-lapis buat orang-orang kaya si “K”, Kalo cantik itu relatif yaa engga perlu ngotot untuk menjadi cantik untuk semua orang lah wong perspektifnya aja subjektif “Ahh sirik aja kamu, bilang aja kamu engga punya tingkat kepercayaan diri kaya dia” Otak ku ikut nyela

Engga koq, aku engga pernah sirik sama orang kayak si “K” itu yang jumlahnya banyak banget didunia ini. Jujur aku siriknya sama orang-orang yang dibilang “Cantik” oleh ratusan orang tapi tetap rendah hati dan bilang dirinya itu engga CANTIK! Koq bisa yaa orang kaya gitu tetep humble dengan semua sanjungan buat dirinya. “Ilmu padi cuy!” He’em! Makin cantik makin menunduk, tapi kalo menuduk terus engga ada yang bisa lihat dong klo dia cantik apa engga? Haha!

Perjalanan pulang senyum-senyum sendiri inget kejadian tadi

Perjalanan pulang senyum-senyum sendiri inget kejadian tadi

“Mirror, mirror on the wall who the prettiest girl in the world”

Mau jawabannya pake standarnya siapa dulu nih? Cantik itu relatif ibu tiri…

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!