Feeds:
Posts
Comments

My tea Blog

Visit my new tea blog… http://23teaparty.blogspot.com/

Thanks

Tanggal 22 besok itu hari Ibu, tapi buat aku hari Ibu itu tiap hari. Biar nggak kalah dong sama kasih Ibu sepanjang masa hehehe! Buat ku, untuk orang yang sangat super duper special harus kita berikan yang terbaik yang kita bisa apalagi untuk seorang Ibu yang punya jasa yang sangat besar dalam hidup kita. Kalau aku sedang berada dirumah tiap hari aku engga pernah lupa tuk meluk, cium dan bilang sayang ke mama ku. Beberapa hadiah aku sempatkan beli untuk mama ku tercinta, nggak harus mahal tapi kasih yang benar-benar dia suka. Seperti waktu itu mamaku lagi pengen banget serabi solo yang ada potongan nangkanya dan waktu aku pulang dari kantor aku bela-belain nyari serabi solo itu. Harganya nggak seberapa, tapi pas aku kasih serabi itu ke mama. Mamaku seneng banget, walaupun ujung-ujungnya tetep bilang “Put serabinya nggak gitu enak, enakan yang waktu itu” Nggak anak, nggak Ibu sama aja Hahaha!

Semua orang boleh ngaku-ngaku Ibu mereka adalah Ibu yang paling baik di jagat raya ini hehe! tapi menurut ku, inget menurut ku loh! Mamaku adalah Ibu terbaik dari yang paling terbaik di seluruh jagat raya manapun hehe! Aku bakal lakuin apapun untuk mama ku tercinta dan nggak akan membiarkan siapapun nyakitin dia. Berani macem-macem sama mama ku nyawa taruhannya hehe!

Aku mau cerita banyak tentang mama ku hehe!, semoga mama ku nggak buka blog ku kalo nggak bisa ditinju aku. Mamaku itu lahir dari keluarga pedagang dan masih keturunan darah cyan hahaha! Kakek yang seorang pedagang sering nggak ada di rumah, apalagi kakek ku itu punya Istri 7. Yang berarti harus bagi-bagi waktu sama Istri dan anak-anaknya yang lain. Mamaku sering gantiin posisi Kakek untuk menjaga kakak-kakak perempuannya dan neneku kalau kakek nggak ada dirumah. Mamaku dari kecil sudah sangat liberal, seperti mamaku dipaksa oleh adat, untuk memotong gigi taringnya. Mama ku berjanji suatu kelak kalau mamaku sudah punya anak, anaknya mama ku nggak akan dipaksa untuk memotong gigi taringnya dan itu dibuktikannya gigi taringku masih runcing seruncingnya hehe! Mamaku punya cita-cita yang sangat tinggi bagi perempuan jaman itu, mama ku ingin kuliah dan bekerja. Tentu saja hal itu ditentang kakek ku, kata kakekku mama boleh kuliah asalkan menikah terlebih dahulu. Mamaku menolak dan nekat berangkat ke Jakarta untuk meneruskan kuliahnya tanpa persetujuan dan bantuan biaya sepeser pun dari kakekku.

Mama ku banting tulang untuk biaya kuliah dan biaya hidup sehari-hari. Sehabis pulang kuliah mama ku kerja tanpa ada rasa malu menjadi tukang cuci piring dan pelayan disebuah rumah makan. Dan setiap sabtu dan minggu mama ku berjualan minuman ringan di Taman Ria Remaja kalau aku tidak salah. Waktu ku tanya kenapa mama mau sih bekerja keras seperti itu, bukannya minta uang aja sama kakek. Terus kata mama, mama nggak mau karena mama punya harga diri tinggi untuk tidak mengemis-ngemis ke kakek. Jawaban yang buat aku sangat salut sama mama ku. Malah mama ku sebulan sekali bisa kirim uang untuk keluarganya loh, hebatkan mama ku hehe! Lulus kuliah mama ku memutuskan bekerja dan menikah dengan temannya. Kakek ku sangat menentang dan marah besar sama mama ku karena sebenarnya kakek ku sudah menyiapkan jodoh buat mamaku. Tapi bukan mama ku namanya kalau menurut sama kakek, tanpa persetujuan orangtuanya mama ku menikah dengan suaminya yang pertama dan dianugrahkan anak dua.

Ternyata pernikahannya tidak berjalan dengan lancar. Suami pertamanya ingin menikah lagi. Mama ku tentu sangat menolak, karena mama ku tau benar dampak buruk poligami itu gimana. Dengan penuh kebanggaan mama ku menutut cerai dari suaminya dan pergi meninggalkan rumah tanpa membawa speser uang pun milik suaminya. Mama ku engga pulang ke rumah orang tuanya. Katanya mama, mau ditaruh mana harga diri mama kalau pulang ke rumah, pulang itu bawa oleh-oleh bukan malah bawa kegagalan. Mama ku mengontrak rumah sangat kecil bersama dua orang anaknya. Karena harus menanggung biaya hidup sendiri, mama ku pun mencari pekerjaan tambahan, dari jualan kue di kantornya sampai jadi distributor minuman ringan ke pengecer hehe! Kakek akhirnya luluh untuk membantu mama, tetapi mama menolak dengan tegas. Kata mama, ini keluarganya mama jadi yang berhak membiayai kebutuhan ya mama. Mamaku yang keras kepala terus bekerja siang malam demi dua anaknya, tetapi karena masalah ekonomi anak keduanya memutuskan tinggal sama papanya. Mamaku sangat sedih, tapi bukan mama ku kalau nggak cepat-cepat bangkit dari kesedihannya.

Suatu ketika mama ku ketemu sama papa ku. Yang merupakan teman lama mama dulu. Nggak lama kemudian cinta lama bersemi kembali hahaha! Papaku yang saat itu seorang duda tanpa anak mengajak mama ku menikah dan diiyakan oleh mama. Lagi-lagi, kakek ku nggak setuju. Selain papaku berbeda kewarganegaraannya, papaku berbeda keyakinan sama mama ku. Tapi sekali lagi bukan mamaku namanya kalau nyerah gitu aja, walupun berbeda keyakinan dan tidak mendapat persetujuan kakek, mama dan papa menikah dan lahirlah aku haha! Papa yang seorang jurnalis sangat jarang ada dirumah dan mama selalu dengan sigap menggantikan posisi papa. Dan saat papa terjerat masalah oleh penguasa dulu karena tulisannya. Mama tetap setia mendukung papa. Keluarga ku diungsingkan ke Jogja, karena rumah ku di Jakarta sering didatangi preman, jendela rumahku sering dilempari batu dan duh halaman rumahku tuh sering dilemparin telur busuk bahkan yang paling parah teras rumah ku pernah belepotan darah, entah darah apa itu. Waktu pindah ke jogja tetap aja gangguan itu ada, pernah mama keluar bawa-bawa golok buat ngusir preman yang jagain pintu halaman ku, nggak tau yaa kalau mama ku itu jagoan, jagoan koq mau dilawan hahaha! Pas papa diseret ke meja hijau, mama dengan tegar menemani papa ditiap persidangan. Mama nggak pernah mengeluh atau menangis sekalipun loh, kata mama kalau mama sekarang lemah terus siapa yang menyemangati papa. Papa ku kalah dipersidangan papa dipenjara beberapa bulan dan semua asetnya disita. Mama ku nggak shock kehilangan harta tetapi shock karena papa ku dipenjara, yaahh walaupun papa cuman dipenjara beberapa bulan tapi kan namanya orang nggak bersalah tapi harus menerima hukuman dari kesalahan yang nggak dia perbuat itu namanya nggak adil! Tapi mama tetap positif, kata mama kita harus tetap bersukur karena papa nggak dideportasi.

Kami nggak punya rumah dan nggak punya tabungan sama sekali saat itu, tetapi mama tetap berjuang mati-matian menghidupi kami. Setelah papa keluar, mama dan papa berjuang dari nol lagi. Dan papa memutuskan untuk kerja di Indonesia dan nggak mau membahayakan keluarganya lagi. Setelah ekonomi keluarga kami makin membaik dan mama hamil adik ku yang ke tiga. Mama memutuskan untuk keluar dari pekerjaanya dan total mengurus anak. Sekarang saat papaku sudah pensiun, mama kembali bekerja untuk bantu-bantu ekonomi dirumah. Mama ku nggak cuman peduli sama keluarganya aja, mama ku juga peduli sama orang lain. Mama ku punya tiga anak angkat dan selalu berusaha untuk bantu orang lain yang kurang beruntung. Mama selalu ngingetin tuk aku selalu belajar terus menerus, harus rendah hati nggak boleh sombong hehe! ini susah nih yang ini dan selalu membantu orang lain tanpa pamrih, kata mama hidup mu baru punya arti kalau sudah bisa berbuat sesuatu untuk orang lain. Wah mama ku itu hebat banget deh, aku belajar arti kehidupan, arti perjuangan, pengorbanan, cinta dan kata menerima apa adanya dari mama.

Yah walaupun aku sebenarnya pernah benci sama mama karena pernah mengirimku ke sekolah asrama yang nun jauh disana dan waktu aku masih remaja suka ngebantah mama. Hihi! Aku nyesel banget pernah benci mamaku, padahal yang dia lakuin itu kan buat aku untuk belajar mandiri, kalau dulu nggak digembleng di asrama aku nggak mungkin kaya aku yang sekarang ini hehe! Dari situ lah, aku selalu berusaha sebisa mungkin meluk atau telepon mama ku bila aku lagi jauh dari mama cuman tuk sekedar bilang aku sayang dan kangen mama. Karena buat ku mama ku bukan sekedar mama, mama ku itu super woman!

Aku sama mata kermit itu beda banget! Selain kita tinggal di kota yang berbeda dan berbeda keyakinan. Kita dua kepribadian yang super duper beda banget. Mungkin orang lain melihat kita itu sama karena kita sama-sama menganut isme yang sama jadi apa-apa sama Hihi! Padahal kita itu punya sifat dasar yang beda banget.

Kalo foto begini kita kaya teenager padahal .... hihi!

Aku orangnya :

  • Semua diseruduk tanpa ba bi bu
  • Engga rapi sama sekali alias berantakan
  • Selebor
  • Ambisius
  • Sensitif
  • Punya tujuan jangka panjang tapi tujuan jangka pendeknya sambil jalan.
  • Engga suka keteraturan dan benci rutinitas
  • Meledak-meledak
  • Bisa mengambil keputusan dengan sangat cepat
  • Pemalas
  • Suka banget travelling dan nyobain hal baru
  • Sering masa bodo sama perawatan badan hehe! Tapi nggak berarti jorok loh..

Mata Kermit orangnya:

  • Penuh pertimbangan, yang kadang bikin aku sebel kebanyakan ditimbang-timbang dulu sih!
  • Super rapi! Sampe bukunya itu disusun berdasarkan abjad, barangnya itu rapi tersimpan dan kamarnya engga cuman bersih, tapi rapi banget dan super wangi.
  • Teliti
  • Teratur banget. Apa yang mau dilakuin hari itu sudah terjadwal!
  • Sederhana, dia itu sederhana banget. Tipe lebih menikmati apa yang dia sudah dapatkan dan engga terlalu mengejar apa yang belum dia punya sekarang.
  • Sangat engga sensitif. Jadi kalo ngambek itu harus bilang ngambek. Kalo engga jangan harap deh dia tau kalo aku lagi ngambek.
  • Tujuan jangka panjangnya masih liat nanti, tapi tujuan jangka pendeknya sudah ada listnya.
  • Mencintai rutinitas, kalo jadwalnya sampe rusak bisa seharian bad mood.
  • Tenang banget, dia itu engga suka nunjukin apa yang dia rasain saat itu.
  • Kalo ambil keputusan itu lama banget.
  • Super rajin!
  • Lebih suka dirumah dan engga terlalu tertarik nyobain hal baru.
  • Rajin ngerawat badan tapi engga sampe ke salon sih. Dia tiap pergi kemanapun selalu ada sabun cuci muka, lotion, tissue dan perfume di dalam tasnya!!

Dan masih banyak lagi……. Tapi koq dia banyak bagusnya yaa dibandingin aku hehe!

Perbedaan diatas kadang-kadang bikin kita berselisih paham tapi perbedaan diatas itu juga selalu mengisi satu sama lain. Kalau aku lagi malas mandi, dia pasti ngomel-ngomel ngingetin tuk mandi dan kalau dia lagi bingung memutuskan sesuatu aku selalu support dia tuk berani mengambil keputusan dengan cepat. Aku sering ngajak dia nyobain tempat baru, wisata kuliner, hunting barang dan jalan-jalan. Dan dia juga bikin aku tuk beristrahat sejenak, nikmatin bersantai-bersantai nonton dvd di rumah atau sekedar ngbrol-ngbrol aja. Kita engga cuman beda karakter, makanan fav kita pun beda banget. Dia suka makanan manis dan engga suka makanan pedas, sedangkan aku benci makanan manis dan pecinta makanan pedas. Perbedaan-perbedaan kita malah membuat hubungan kita penuh dengan cerita, warna-warni serta punya macam-macam rasa dan yang paling penting dari semua perbedaan yang ada, kita punya satu kesamaan yang sangat mendasar yaitu CINTA. Yang membuat semua perbedaan itu jadi engga berarti apa-apa… Jadi mentah banget kan kalo orang bilang beda itu engga bisa bersatu.

Muka Dua

Siang itu Jakarta sangat terik dan kulit ku terlihat sangat kering karena perbedaan temparatur ruangan yang aku hinggapi dengan cuaca Jakarta di luar sana. Aku yang masih memperhatikan kulit ku tiba-tiba terpecah konsentrasinya karena orang yang ku tunggu di ruang rapat itu sudah datang. Tapi eh mana sih big boss, koq nggak ikut nongol juga. Hmm.. inilah yang sering aku sebelin, mentang-mentang bos besar datangnya seenak udelnya sendiri. Kaya engga pernah ngerasain jadi pegawai rendahan kaya aku ini “Woii dia kan emang nggak pernah jadi pegawai hina kaya kamu cuy, beda nasip tau!” celetuk otak ku. Oh iya ya.. beda nasip yaa.. dia pertama kerja langsung jadi manejer, sedangkan aku kerja pertamakali jadi pesuruh hehe!

Orang yang sudah datang diruang rapat itu adalah asisten si Bos besar. Dulu waktu kenal dia, aku kira dia bos besarnya hehe! soalnya kayanya dia yang paling ribet ngatur-ngatur ini itu dan sok sibuk nentuin keputusan, sedangkan si big bosnya cuman manggut-manggut pasrah hehe! Si asisten itu membuka obrolan, berlanjut ke gossip dan heboh saat menceritakan kejelekan si bos besar. Aku cuman tersenyum mendengarnya, bukannya engga mau tau tapi aku emang nggak peduli hehe! Tiba-tiba si Bos besar datang dan ruangan menjadi senyap. Si asisten pun mengeluarkan jurus mautnya yaitu menjilat si Bos. Uhmm bukan menjilat dalam arti harafiah yaa! Haha! Setiap kata dan tindak tanduknya si asisten berubah seperti makoto minami berubah menjadi satria baja hitam. Senyum manis, memberi masukan yang membangun dan sedikit genit hahaha! Aku yang memang sudah sering melihat adegan seperti ini cuman pasrah.

Ya memang nggak cuman sekali aku melihat orang bermuka dua seperti kaya gitu, apalagi di dunia kerja. Semua orang saling menjilat satu sama lain dan di balik punggungnya menghujat mati-matian satu sama lain. Aku masih mengerti bila di dunia kerja orang-orang tersebut harus bermuka dua karena tuntutan profesionalisme kerja. Tapi sayangnya kebanyakan orang karena terlalu sering memakai topeng, sampai lupa untuk melepasnya. Mungkin entah hal itu bisa membuatnya selalu berada di area aman atau sebenarnya orang-orang banyak yang tidak memiliki keberanian untuk jujur dan apa adanya. Entahlah aku juga engga tau pasti karena aku bukan termasuk orang bermuka dua. “Yakin loh?” kata hatiku engga yakin.. Yakin dong, soalnya aku paling engga bisa pura-pura bu, engga bisa akting dan engga betah pakai topeng karena aku lebih pede dengan muka asli ku hehe!

Kalau yang ini sih bukan topeng tapi muka asli hihi!

Aku aja engga habis pikir saat seorang teman menghujat habis orang lain, dan saat orang lain itu datang dia biasa aja kaya tidak terjadi apa-apa diantara mereka. Wah kalo aku sih engga bisa gitu, kalo aku engga suka sama sesuatu mana kuat ini mulut menahan godaan untuk engga mencela dan mau bilang apa sama hati nurani ku. Kalo aku sendiri aja udah bohongin hati nurani, terus aku mau jadi manusia apa..? “manusia jelek yang selalu dibenci orang!” celetuk otak ku. Ahh biarin aja aku lebih baik jadi jelek dan dibenci orang banyak daripada jadi orang yang bermuka dua. Punya satu aja udah ribet ngurusnya apalagi punya dua hehe!

Lebih baik apa adanya deh daripada bohong, merekayasa cerita dan pura-pura. Luarnya boleh sok baik tapi kalo dalamnya busuk? Sama aja.. inget dong pepatah bangkai mau disimpen sebaik mungkin tetep aja engga bakalan lama ketauan juga. Wujudnya bisa kesimpan tapi baunya tetap aja kecium. Kecuali orang-orang disekitarnya itu udah mati indra penciumannya hehe! Itu sih dia beruntung banget.

Dan orang-orang bermuka dua adalah orang-orang yang harus kita waspadain atau kalo bisa dihindarin malah. Ngeri tau berhubungan sama orang bermuka dua, saat dia cerita kejelakan orang, kamu engga taukan kalo dia juga bisa berbuat sama ke kamu, bisa aja kan dia jelek-jelekin kamu dibelakang mu. Atau malah dibelakangmu dia memutar balikin fakta kalo kamu yang suka jelek-jelekin orang lain. Nah jangan sampe deh kena busuknya si muka dua. Kalian pasti engga maukan, eh eh tapi sebelum itu intropeksi diri dulu. Jangan-jangan kamu si muka dua lagi hehe! Kalo bukan, angkat dua jempol buat kamu!

Kapan nikah?

Pertanyaan yang sangat malas aku jawab, bukan karena apa-apa. Tapi karena sebelumnya sudah aku jelaskan tentang konsep pernikahan buat ku, tapi pas ketemu tetap aja nanya begitu “Hey you if you dont pay attention what I said, so dont asking  me some question!!”

Pernikahan yang aku tahu itu ada dua. Pertama nikah itu pelegalan diatas kertas dan yang kedua itu nikah adalah suatu konsep hubungan dua manusia. Buat ku pernikahan itu bukan fase atau langkah berikutnya. Contoh saat seseorang sesudah mencapai usia dengan angka yang sudah tidak tergolong muda maka orang tersebut memutuskan menikah karena merupakan langkah berikutnya yang harus diambil untuk sebuah bukti pencapaian kematangan dari umurnya. Buat ku pernikahan itu pilihan dengan konteks nikah pertama. Mau menikah atau tidak itu cuman sekedar pilihan yang kamu ambil di kehidupan. Aku tidak melihat hal itu sebagai sesuatu yang spesial melainkan hal yang lumrah saja.

Memang di Indonesia lingkungan sosialnya masih menuntut kita untuk memilih sebuah jalur pernikahan kalau tidak kita akan di cap sebagai pasangan kumpul kebo. walaupun kita engga sebau kebo loh haha! Tapi balik lagi apakah kamu menikah hanya sekedar tuntutan lingkungan atau tuntutan orang tua. Hey! saat kamu memutuskan untuk menikah tentu kamu sudah berusia matang, terus kenapa kamu memutuskannya karena tuntutan eksternal. You are an adult!  Kenapa tidak beralasan bahwa itu adalah sebuah tanggungjawab pada dirimu sendiri dan pasangan. Alasan yang sangat logis dan bijaksana. Mungkin aku cocok jadi konsultan pernikahan yaa hehe!

Dalam konsep kedua. Pernikahan adalah sebuah konsep hubungan dua manusia dimana dua orang tersebut saling menerima satu sama lain dengan sangat apa adanya hehe! saling bertanggungjawab satu sama lain dan saling-saling yang lain. Tapi bukan saling memiliki dalam konsep properti loh. We are belong to our self, dont you know?.

Menurut ku bila kita ingin mempunyai sebuah hubungan tersebut. tidak perlu tanda tangan di atas kertas. Bila kamu benar-benar mengerti akan essensi dari hubungan tersebut, maka kamu akan mengerti apa yang aku maksud. Bila tidak ya nggak apa-apa.. Jangan dipikirin entar kamu tambah pusing hehe!

Beberapa tahun yang lalu seorang teman kecolongan hamil hehe! hamil koq kecolongan yaa.. Dia bertanya sama aku, apakah dia harus menikah? tapi dia tidak ingin menikah sama bapak dari anaknya? Aku bilang, bila kamu bisa dan mampu baik segi materi ataupun imateri yaa silahkan tidak usah menikah. Tidak perlu pusing soal urusan akte dan lain-lain. Karena sekarang nama Ibu sudah bisa menjadi nama kepala keluarga di aktke anak. Dan temanku tersebut membesarkan anaknya dengan seorang diri. Tidak ada sepeser perak pun berasal dari ayah si bayi.

Kita hidup itu dari berbagai macam pilihan saat kamu memilih jangan ada kata terpaksa diantara kalian. Menikah atau tidak sekali lagi itu hanya sekedar pilihan. Bila ingin menikah secara legal negara. Kamu haru mengetahui semua seluk beluk peraturan undang-undang pernikahan. Tidak cuma sekedar tahu pasangan hidupmu kelak seperti apa, tetapi juga harus tau peraturan akan hak dan kewajiban yang kamu dapat saat kamu tanda tangan diatas kertas. Jangan beli kucing didalam karung yaa… hehe!

Hari ini aku ngerayain 4 tahun 4 bulan sama mata kermit. Dan udah 4 bulan juga aku engga ketemu sama dia, kangen rasanya “Jangan sok mellow gitu ahh, nggak pantes” celetuk kata hatiku Iya sih nggak pantes yaa hehe!

Aku mungkin baru bisa ketemu mata kermit sekitar akhir bulan Januari. Disegala kesibukanku yang super duper padat apalagi akhir taun gini, lagi banjir-banjirnya kerjaan Hufh! nasip long distance gini nih hehe! Tapi nggak apa-apalah.. Udah kebal juga XP

Walaupun berusaha sok tahan banting gini, pas dengerin lagunya Natalie Imbruglia yang diputer di salah satu channel TV luar yang judulnya I’m counting down the days.. Tanganku langsung pencet tombol call to Mata Kermit dan kangen-kangenan walaupun Via satelit telephone hehehe! Ini lirik lagunya.. yang LDR silahkan langsung kangen sama pacar yang engga LDR juga kangen sama pacarnya juga nggak apa-apa hehe! Salam MeTal.. Mellow Total hahaha!

You were right.
And I don’t want to be here if you’re gonna be there.
Was that supposed to happen?
I’ll hold tight.
I’ll remember to smile.
Though it has been a while.
And without you does it matter?

There’s no room.
No place to start.
When our souls are apart.

I want to travel through time.
See your surprise.
I’d hold you so tight.
I’m counting down the days tonight.
I just want to be a million miles away from here.
I’m counting down the days.

How’ve you been?
It’s just the usual here.
And days are feeling like years.
And every day’s without you.
Now I cry just a little too much when I think of your touch
And everything about you.

I feel cold.
I’m in the dark.
When our souls are apart.

I want to travel through time.
See your surprise.
I’d hold you so tight.
I’m counting down the days tonight.
I just want to be a million miles away from here.

I want to travel through time.
See your surprise.
I’d hold you so tight.
I’m counting down the days tonight.
I just want to be a million miles away from here.
I’m counting down the days.

I’m counting down the days.
I’m counting down the days.
I’m gonna be you surprise.
I’m gonna hold you so tight.

Yeah!

I want to travel through time.
See your surprise.
I’d hold you so tight.
I’m counting down the days tonight.
I just want to be a million miles away from here.

I want to travel through time.
See your surprise.
I’d hold you so tight.
I’m counting down the days tonight.
I just want to be a million miles away from here.
A million miles away from here.

Siang itu aku memutuskan naik Bus Way untuk pergi ke daerah Sarinah dari terminal Busway Blok M “Woy! Trans Jakarta woy!” ledek otak ku.. Iya iya Trans Jakarta, maklum kebiasaan jelek yang engga boleh jadi biasa sebenarnya hehe! Penuh sesak di dalam halte, orang-orang berdesak-desakan dan saling mendorong. Aku berusaha untuk berdiri stabil dan sedikit memberi ruang untuk Ibu yang di depanku yang membawa dua orang anak yang masih kecil. Sekitar 5 menit kemudian, datang sebuah bus Trans Jakarta, wuih semua orang langsung bringas dan saling mendorong. Dan alhasil aku yang sangat mengagumi budaya “ANTRI” tidak dapat masuk serta tersingkir dari kejamnya orang-orang yang engga mau sabar. Aku yang sangat emosional mengeluarkan umpatan kasar hehe!

Dengan sengsara aku tetap nyangkut di tengah antrian. Tidak bukan antrian tapi apa yaa hehehe! aku engga tau menyebutnya apa. Panas, keringat membanjiri baju ku, bau-bau engga jelas bikin kepalaku keliyengan dan dengan penuh umpatan aku menyesali keputusan ku naik busway “Sukurin, dibilangin naik taxi aja ngeyel” ledek otak ku, hehehe! aku tersenyum sendiri. Keputusanku naik busway jadi keputusanku yang tolol! selang dua menit berganti ada Bus Trans jakarta mendekati halte wah aku udah ancang-ancang no miss nice lady kali ini hehe! Dan penuh kedongkolan yang makin menjadi-jadi aku melihat si Bus Trans Jakarta itu cuman lewat mengejek aku yang sudah banjir keringat (bener-bener banjir keringat, rambutku sampai basah dan lepek-selepeknya), dengkul ku sudah sedikit goyang 7 menit berdiri di tengah-tengah penuh sesak orang dan panas yang sangat menyengat kulit ku.

Anak kecil didepan ku merengek ingin minum sama Ibunya, tetapi karena saking sesaknya si Ibu tidak bisa mengambil botol minum di tasnya. hal yang sama terjadi padaku juga, tenggorokan ku sudah tercekik kehausan tetapi tidak bisa mengambil botol air minum dalam tas ku. Lalu lima menit kemudian aku yang berusaha tegar supaya tidak pingsan hahaha! melihat Bus Trans Jakarta datang. “kalo ini cuman lewat aja, aku bersumpah engga bakal naik bus trans jakarta seumur hidupku” umpat ku dalam hati hehe! Ternyata Bus itu berhenti dan membukakan pintu, setelah memberi jalan duluan untuk Ibu yang membawa dua anaknya kemudian aku masuk kedalam. Dengan nafas terengah-enggah, baju dan rambut yang basah, mata mulai kunang-kunang, dan kepalanya yang lumayan pusing. Aku mengambil botol minuman di tas ku. Mulut yang sudah kering, ini benar-benar kering hingga ludah ku pun sudah habis hehe! Pegawai Trans Jakarta menegur ku karena aku minum! yampun ini pertamakalinya aku minum ditegur dalam Trans jakarta apalagi dalam keadaan sekarat seperti itu. Aku ngomel-ngomel sendiri “loh koq masih kuat ngomel?” celetuk otak ku, itu tenaga terakhir bu.. hehe! aku memasukan botol dan celinguk-celinguk engga ada tuh tulisan dilarang makan atau minum cuman dilarang ngerokok aja.

Masih dengan ngomel, aku memasukan permen dalam mulutku. Ingin rasanya aku buang itu bungkus permen sembarangan karena aku jengkel banget karena aku bener-bener butuh minum! Tapi sayang aku benci sekali buang sampah sembarangan jadi niat ku itu aku urungkan dan memasukan bungkusnya kedalam Tas. Sampai di Halte Sarinah, aku engga bisa keluar, jalan keluar dipenuhi orang yang ingin masuk. Karena aku benar-benar sudah sakit kepala dan benar-benar butuh MINUM! aku tabrak saja bapak-bapak didepan dan tak lupa kuumpat bapak itu hahaha! Di halte aku langsung menghabiskan sisa air dalam botol. wah kalau engga aku dijamin pingsan, emangnya pihak Trans Jakarta mau ngurusin aku yang pingsan? aku aja engga tau apa biaya segitu rupiah naik busway sudah termasuk asuransi atau belum?

Besoknya ya berarti hari ini hehe! aku langsung browsing tentang peraturan naik Trans Jakarta. Ternyata memang disitu ditulis tidak boleh makan dan minum dalam bus. Yampun aku engga pernah loh denger peraturan itu sebelumnya(disitu juga engga ditulis apa kosekuensinya bila melanggar, peraturan yang aneh! cuman ditulis hanya akan ditegur haha!), karena sebelumnya aku juga minum engga pernah ditegur dan engga pernah liat tulisan dilarang minum dan makan di bus trans jakarta. Entah itu tulisannya hilang atau entah apalah hehe! Okelah itu memang tertulis diperaturanya aku engga bakal minum lagi bila naik Trans Jakarta. Tetapi inget dong tulisanya sendiri “Mau menang sendiri, maunya dilayani bukan saling melayani agar semua senang dan bahagia” yang ditulis di website Trans Jakarta, pelayanan yang buruk tanpa adanya sosialiasi peraturan serta tata cara naik Trans Jakarta dan sikap tidak selarasnya tulisan yang saya copy dalam menanggapi keluhan yang membuat ku mengurungkan niat untuk mengirim keluhan yang bisa menjadi kritik dan saran agar Trans Jakarta lebih baik dimasa yang akan datang.

Waktu Kedatangan bus Trans Jakarta yang aduh deh, halte bus yang sangat merungsung bila jam padat, musti jalan jauh dulu kalo mau ke haltenya, keadaan halte yang panas sumpek (dulu perasaan katanya mau ada ACnya, bener ngga sih?) penjelasasn rute yang membingungkan (harus dipraktekin dulu baru bisa mengerti) itu semua masih bisa deh aku tolerin deh tapi penegakan aturan yang tidak sangat manusiawi dan engga kenal kompromi akan sebuah kondisi engga bisa aku tolerin, mau tegas sebaiknya berkaca dulu. Aku cinta jakarta dan sangat bangga bila jakarta mempunya alat transportasi umum yang keren. Tapi kalo begini duh duh jauh dari kata keren!

Aku biasa menjadi guide tour teman-teman entah luar kota atau luar negri yang datang yang ke Jakarta dan selalu merekomendasikan Trans Jakarta, dengan pengalaman kemarin aku tau sekarang harus bagaimana hahaha!

Sorry..

Say it, if you really mean it

Say it, if you really mean it

Memaafkan itu susah banget, tetapi jangan salah minta maaf itu juga susah loh.. Pasti kalian mengejek aku, masa sih minta maaf susah tinggal bilang minta maaf aja itu sih urusan mudah. Tapi coba deh kalian bertanya sama diri kalian sendiri saat kalian berbuat salah apa dengan mudahnya kalian berkata minta maaf kepada orang yang merasa kita sakiti atau kecewakan, pasti tidak jawabanya. Jangankan minta maaf, ngerasa salah aja engga hehehe! Sering kali perlu orang terdekat kita mengingatkan bahwa kita harus meminta maaf dan saat diingatkan pun kita belum yakin kalau salah itu terletak pada pihak kita, kita masih ngeyel kita yang benar.

Lalu saat kita mulai menyadari kesalahan kita “Walaupun dalam hati masih kekeh ngerasa engga salah” suara tersembul dari dalam diriku. Ya ya betul itu, nah pas kita mau mengucapkannya kata “minta maaf” terasa berat banget. Gengsi dong! Haha! Saat kita meminta maaf dan si orang tersebut tidak memaafkan, kita langsung marah-marah hahaha! Engga semua orang mau mencoba untuk meminta maaf keduakalinya atau beberapakali, apalagi orang yang merasa dia sebenernya engga salah-salah amat hehe!

Untuk yang benar-benar menyadari kesalahannya, berusaha banting tulang untuk meminta maaf, segala cara dilakukan mungkin hingga tidak mengindahkan harga dirinya. Tetapi hasilnya nihil, tidak dimaafkan. Nah susahkan minta maaf itu, harus menanggalkan semua ego tetapi seringnya itu engga dihargaiin “Ya mau gimana, namanya juga udah terlanjur sakit hati bu!” ledek suara hatiku. Iya sih tapi menurutku alasan itu engga sepenuhnya benar. Mungkin karena si peminta maaf ini sebenarnya tidak benar-benar dari lubuk hatinya meminta maaf hahaha! Jadi engga secara tulus dari hati yang terdalam saat meminta maaf “Tau dari mana kamu, kalau engga tulus?” Otaku ikutan nimbrung. Yaa taulah, orang yang engga bisa dimaafkan itu biasanya orang yang melakukan kesalahan terus kepada orang yang sama. Kenapa si orang itu selalu melakukan kesalahan yang sama? Karena orang itu engga benar-benar meminta maaf dan engga menyadari betapa hebatnya kekuatan ketulusan hati. Ehm! Aku jadi sedikit sakit tenggorokan nih hehe!

Percuma salaman untuk maaf-maafan kalo di dalam hati mencibir

Percuma salaman untuk maaf-maafan kalo di dalam hati mencibir

Bahkan meminta maaf itu sering cuman sekedar basa-basi biar masalah cepet selesai, walaupun sering kata minta maaf dan kata maaf itu engga pernah cukup karena ada kata dendam. Yaah namanya juga manusia lain dimulut lain lagi dihati. Banyak orang bilang “memafkan” adalah kalimat ampuh untuk mengobati sakit yang melukai hati, tapi apakah benar? Banyak orang mengucapkan kata maaf tapi yang terjadi si orang tersebut terus berusaha membalas rasa sakit hatinya sama orang yang pernah menyakitinya “Munafik!” jerit suara hatiku, yah memang salah satu sifat manusia begitukan padahal yang nyakitin udah cuek bebek lah kan udah dimaafin jadi kembali bersih lagi kan hehe!

Menurutku bila memang engga benar-benar tulus engga perlu minta maaf atau memberi maaf. “Itu sih maunya kamu” ledek suara hatiku yang bikin aku tersipu-sipu, ahh engga juga maksudku ngapain sih ngebooingin diri sendiri kalau sebenernya mulut berkata tapi hati engga mengamini hasilnya juga sama aja bolongkan tidak menyelesaikan masalah, tetapi hanya mengubur masalah yang malah bisa bikin subur si masalah hahaha!

Karena sebenarnya mulut kita tak perlu berucap, cukup hati kita yang berkata dengan caranya sendiri itu yang lebih penting. “Terus gimana orang itu bisa tau kalo kita minta maaf atau maafin dia” celetuk otak ku, yah kalau emang itu perlu yah ucapkanlah tetapi ucapan dimulut harus sejalan dengan apa yang dihati dan tidak ketinggalan yang diotak juga ya. Kalau engga, mending engga usah karena ujungnya juga bakal sama aja. Tapi kalo tetep ngeyel ya silahkan hehehe!

4 tahun 3 bulan

Tanggal 22 September kemarin aku merayakan 4tahun 3 bulan kebersamaan ku bersama suami ku tercinta, aku memanggilnya Mata Kermit atau Hunhun. Bukan untuk sekedar sok romantis tapi nama itu tersembul aja dari dalam hatiku tanpa embel-embel ingin dianggap apa sama orang. Lalu kemarin ada seorang teman bertanya, “Hah?! Kamu ngerayainya perbulan?” eh ini bukan pertanyaan yaa tapi lebih mengarah ke rasa kaget hehe! Dan aku tersenyum manis sambil mengangguk yah walupun senyum ku juga engga manis-manis amat sih haha!

Dari awal kita menjalin hubungan kita itu saling terbuka satu sama lain malah sangat terbuka dan terlalu blak-blakan. Serta menjadi kesepakatan bersama untuk merayakan hari jadi kami tiap bulannya. Walaupun pada awalnya aku sedikit kaget, tetapi aku senang “Dasar!” ledek suara hatiku hehehe!

Tetapi merayakan tiap bulan bukan berarti menjadi beban dan menjadi sesuatu hal yang musti dipersiapkan secara spesial dan berlebihan. Kita engga seperti itu, karena setiap detik yang kita jalanin berdua kita selalu berusaha yang terbaik dari yang kita bisa dan membuatnya sespesial yang kita bisa. Bila kita bisa bertemu yah bagus, teapi kalau engga bisa cukup berbincang lewat telepon dan mengucapkannya dengan penuh makna dibandingkan memaksa untuk bertemu tetapi hanya menjadikannya sesuatu keharusan biasa dan akhirnya menjadi sebuah beban.

Kita berdua engga mau menjalin hubungan dengan rasa beban, untuk apa? Hanya malah bikin cape aja. Kita berdua menjalaninnya dengan sangat sederhana tetapi hasilnya sangat Istimewa. Dan merayakan tiap bulannya bukan sekedar merayakan, kita menjadikan momen itu sebagai momen untuk bernostagia dan untuk terus mengingatkan kita yang kita jalanin sampai detik ini adalah perjuangan bersama jadi kita berdua engga boleh merasa sedikitpun lelah dan mencoba untuk merenggangkan pegangan tangan kita.

Hubungan yang kita jalanin itu cuman milik kita berdua, jadi kita engga peduli apa pendapat orang, kata orang, atau apa yang ada dipikiran mereka. Kita engga mau jadi pasangan “palsu”, apa yang kita tunjukan ke satu sama lain dan apa yang kita rasakan itu sesuatu yang murni bukan dibuat-buat.

You made me swear that our hearts will never die
No never, no never
‘Cause no one seems to believe that we can fly
Forget them, forget them
Oh..you told me

Oh we’ve got a long, long way to go
To get there
We’ll get there
But oh, if there’s one thing that we know
It’s that we will not grow old

Cantik itu relatif??

Opera House
Opera House

(Kalo ke Sidney engga foto Opera House katanya belum resmi haha!)

Sekitar satu tahun yang lalu aku ada pekerjaan di benua sebrang yaitu Australia lebih tepatnya di Sidney dan menginap di tempat adik ku yang tinggal disana, lumayan duit hotelnya bisa buat beli oleh-oleh. Hari kedua pekerjaan ku selesai lebih cepat dari waktu yang diperkirakan, lalu aku sempatkan jalan-jalan tapi engga terlalu jauh dari tempat tinggal adik ku karena selain aku hanya pergi sendiri karena adik ku masih belum pulang dari pekerjaannya aku juga engga tau jalan “di Jakarta aja sering nyasar apalagi di negri orang” kata hati kecilku menyindir diriku sendiri.

Tapi disini aku engga mau bercerita kegiatan jalan-jalan singkatku di Sidney “basi juga kalo di ceritain boy” kata hati ku nyela.. hehehe! aku pun jadi mesem-mesem sendiri. Aku mau cerita yang menyambung dengan pembicaraan ku dengan teman-teman dekat ku beberapa waktu yang lalu. Sebenarnya bukan sekedar pembicaraan sih lebih tepatnya bergosip atau bergunjing. Dan saat pergosipan itu berlangsung entah sadar atau tidak sadar teman-temanku itu sudah batal puasanya karena gosipin orang, mungkin terlalu seru mereka mengindahkan tentang perkataan “Jaga hati dan jaga lidah saat puasa” aku tertawa kecil dalam hati “Siapa juga yang bisa tahan engga gossip”

Nah saat itu kita lagi bergosip tentang seorang yang kita kenal tuh punya tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari 8 oktaf loh koq?!?! Sebut saja dia “K” (ini bukan inisial loh, huruf ini tersembul aja di otak ku jadi jangan ge’er yaa) Si K ini tidak bisa dikategorikan cantik malah mukanya kampungan banget kaya pembantunya tetangga ku “wess sok cantik banget kamu” suara pedas keluar dari hati kecil ku. Aku jadi tersenyum sendiri, aku juga engga cantik sih tapi taulah mana yang cantik mana yang kaya embant (pembantu) “buktinya mana?” kata otak ku Ya buktinya tiap cowo selalu nanya ke aku “eh yang itu cantik ngga” berarti kriteria cantik ku diakui orang banyak kan.

Nah balik ke K, si K ini selalu berdandan terlalu berlebihan terlalu over lah. Taste fashionnya duh jangan tanya deh, kalo kata seorang teman “Tasteless” lah. Tapi si K ini selalu menyebut dirinya itu “CANTIK” dan setiap orang lain seringnya aku sih yang mengingatkan akan seleranya ehm yang satu selera dengan “embant” dia itu malah marah-marah dan bilang dia itu “CANTIK” dan kita semua yang mengingatkan dibilang sirik. Hadooh! Sirik?!? Yampun amit-amit jabang bayi deh. Nah entah mengapa si K ini mendapatkan jodoh yang sedikit buta semuanya Hahahaha.. aku tertawa terbahak-bahak! Pacarnya ini selalu menyanjung si K bahkan terlalu malah, pernah si K ini memakai makeup kaya mau ngelenong dan si Pacarnya tuh bilang si K ini perempuan paling cantik di dunia. Aku yang disitu siap dengan ratusan jutaan hinaan buat mereka “Ihh kamu sirik deh, suka-suka dia dong bilang pacarnya cantik, orang pacarnya sendiri ini” suara tersembul dari hati kecilku, sirik?!? Yampun engga deh! “Nah itu kenapa menghina? Cantik itu relatif cin” suara hati ku nyeletuk.

Hmm.. bener juga sih “cantik” itu relatif dan subjektif banget, tapi masa sih engga ada standar untuk menilai secara objektif? Terus gimana dong nilai lomba kecantikan klo engga ada standar objektifnya? “Yaa standar jurinya lah makanya subjektif banget kan? Relatif!” kata otak ku ikut-ikutan nimbrung. Jadi bener-bener relatif yaa., hmm.. aku jadi ingat perjalanan singkat ku di Sidney tersebut.

Darling Harbor tempat nongkrong anak gaulnya Sidney hahaha!

Darling Harbor tempat nongkrong anak gaulnya Sidney hahaha!

Waktu itu aku sedang duduk di sebuah pelabuhan. Jangan kira pelabuhannya kaya di Tanjung Priok ya kalo di Tanjung Priok jangan harap deh bisa nongkrong disana dengan nyaman, aman dan selamat “Siapa juga yang mau nongkrong di Tanjung Priok bu!” Aku duduk sendirian dengan autis sambil menikmati soy dog dan hot chocolate di Darling Harbor, ini katanya tempat anak gaul Sidney nongkrong atau sekedar tempat meeting point. Nah tiba-tiba terdengar bunyi siulan dan sedikit kegaduhan. Ternyata itu disebabkan ada seorang perempuan (entah apa warga negaranya) berkulit coklat kusem, kurus kering, rambutnya item kemerah-merahan kusem, mukanya ya sebelas dua belas sama “embant”, memakai tank top kuning dengan bolero pink neon lengan pendek ketat seketatnya lalu bawahannya mini skirt jeans semini-mininya dan di kakinya yang banyak bekas lukanya dia memakai wedges dengan motif bunga-bunga, oia dan satu sunglass warna hitam dengan frame besar yang sering melorot karena hidungnya pesek sepeseknya hehe! Aku geleng-geleng kepala, liat si perempuan itu berjalan seakan-akan dia itu Paris Hilton hehe!

Darling Harbor dari sisi kiri eh kanan eh engga tau deh hehe!

Darling Harbor dari sisi kiri eh kanan eh engga tau deh hehe!

Tapi tau ngga semua cowo-cowo bule disitu meneriaki si perempuan itu dengan “Hey pretty” “Wow beautiful come here please” “hey sweety can I have your number” dan si perempuan itu jalannya tambah menjadi-jadi sok cantiknya. Aku geleng-geleng kepala lagi bukan karena sikap sok cantiknya, tapi karena pakaiannya. Wess tau nggak disitu waktu itu lagi musim winter dengan suhu waktu itu enam derajat celcius! Aku aja pakai baju 2 lapis, berlindung di dalam long coat abu-abu ku, pakai boots plus kaos kaki didalamnya, celana jeans panjang dan syal hitam yang melibat di leherku, maklum orang Jakarta hehe! tapi koq bisa dia pake baju kaya gitu udah gitu norak banget lagi, apa kulitnya kusemnya itu setebel badak ya? Apa yang sebenernya aku itu yang berpakaian terlalu berlebihan, jangan-jangan aku yang norak yaa? Hahaha!

Naik Kapal dari Circular Quay biar bisa foto tempat keren

Naik Kapal dari Circular Quay biar bisa foto tempat keren

Lalu beberapa menit kemudian, ada seorang cewe bule cantik banget! tapi hey no one bersiul-siul atau godain si cewe bule ini, kalah sama perempuan tadi. Duh duh duh kenapa ya cowo-cowo itu? “Nah kan cantik itu relatif!” suara hati ku tersembul. Yaya.. cantik itu relatif. Balik ke si K, mungkin menurut standar dirinya sendiri dia itu paling cantik sedunia dan menurut pacarnya dia itu perempuan paling indah didunia ini “wajahmu mengalihkan dunia ku sayang” hahaha!. Seperti cowo-cowo di Darling harbor itu yang menurut mereka si perempuan tank top kuning itu cantik banget! Yah namanya juga selera, kita engga boleh menghina. Eh sebenernya aku engga menghina loh, cuman karena sifat mereka aja sih sebenernya mulutku jadi tidak bisa diam untuk menyela. “Yakinnnn?? Cuman karena itu doang” kata hatiku menyindir. Hehehe! engga juga sih. Loh tapi kalo cantik itu relatif engga perlu kan si K itu mendeklamasikan dirinya cantik dan jadi sok cantik gitu. Dia juga harus menghargai pendapat orang-orang kalo dia itu jauh dari kata cantik! Hehehe! Kalo cantik itu sifatnya subjektif ya simpan aja buat sendiri engga boleh maksa bilang keorang-orang kalo dirinya itu cantik. Ya standar mu rendah klo standar ku tinggi. Engga salah koq mukanya kaya embant, embantnya temenku juga ada yang lumayan mukanya dibandingin majikannya hahaha! tapi yaa jangan sok cantik gitu lah diatas langit masih ada langit apalagi langitnya masih berlapis-lapis buat orang-orang kaya si “K”, Kalo cantik itu relatif yaa engga perlu ngotot untuk menjadi cantik untuk semua orang lah wong perspektifnya aja subjektif “Ahh sirik aja kamu, bilang aja kamu engga punya tingkat kepercayaan diri kaya dia” Otak ku ikut nyela

Engga koq, aku engga pernah sirik sama orang kayak si “K” itu yang jumlahnya banyak banget didunia ini. Jujur aku siriknya sama orang-orang yang dibilang “Cantik” oleh ratusan orang tapi tetap rendah hati dan bilang dirinya itu engga CANTIK! Koq bisa yaa orang kaya gitu tetep humble dengan semua sanjungan buat dirinya. “Ilmu padi cuy!” He’em! Makin cantik makin menunduk, tapi kalo menuduk terus engga ada yang bisa lihat dong klo dia cantik apa engga? Haha!

Perjalanan pulang senyum-senyum sendiri inget kejadian tadi

Perjalanan pulang senyum-senyum sendiri inget kejadian tadi

“Mirror, mirror on the wall who the prettiest girl in the world”

Mau jawabannya pake standarnya siapa dulu nih? Cantik itu relatif ibu tiri…

Older Posts »